pola pikir

Pola Pikir

Hidup ini penuh dengan pilihan. Kamu yang memilih, kamu juga yang menentukan.

***

Ada dua orang ibu-ibu memasuki toko pakaian dan ingin membeli baju. Ternyata, pemilik toko sedang kesal sehingga tidak melayani dengan baik, bahkan terkesan sangat ketus, tidak sopan dan selalu menampakkan muka cemberut.

Ibu pertama jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu. Namun, yang mengherankan ibu yang kedua ini tetap biasa-biasa saja. Bahkan, bersikap sopan pada penjualnya.

Kemudian, ibu yang pertama bertanya, “mengapa ibu bersikap sedemikian sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”, katanya.

Lantas dijawab, “Kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah penentu atas hidup kita, bukan orang lain”,.

“Tapi, ia melayani kita dengan buruk sekali”, bantah ibu pertama.

Itu masalah dia kalau dia bad mood, tidak sopan, dan melayani dengan buruk, toh tidak ada kaitannya dengan kita.

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Bila orang memperlakukan kita dengan buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang buruk juga dan sebaliknya.

Pola pikir kita kalau orang tidak, kita akan lebih tidak lagi.

Pola pikir kita kalau ada orang lain yang pelit pada kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit jika harus berurusan dengan orang tersebut.

Pola pikir selalu menampakkan bangsat kalau ada orang selalu bangsat kepada kita.

Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Bila direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita.

Kenapa untuk berbuat baik saja harus menunggu orang lain baik terlebih dahulu? Jagalah suasana hati kita sendiri. Jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak!

Kita yang bertanggung jawab atas hidup kita, bukan orang lain.

Hidup kita terlalu berharga.

Oleh sebab itu, “make your self have meaning for other!”,

Pemenang kehidupan adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas.

Pemenang kehidupan adalah orang yang tetap manis di tempat yang sangat pahit.

Pemenang kehidupan adalah orang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar.

dan Pemenang kehidupan adalah orang yang tetap tenang di tengah badai yang hebat.

“Jangan biarkan perasaan orang lain menghipnotis perasaan kita”

Feed your daily ego with oxymoron

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *